Hanya Shubuh Yang Damai

Kala semua disibukkan oLeh indahnya arus Khayalan, TUHAN menyerukan SuaraNya..
Kala semua mata terpejam, TUHAN membisikkan aLunan Nada indahNya..
waLau tak seindah suara Krisdayanti, dan tak secantik aLunan nada Erwin Gutawa, Tapi ini Lebih nyata..
TUHAN memanggiL kita tuk KembaLi mengingatNya..

Dalam Shubuh yang Damai..
KadangkaLa kita terbangun dengan santai, Karena mungkin kaLa itu Tak ada sedikitpun mimpi datang ke aLam Hitam Kita..
KadangkaLa kita marah, saat kita tahu TUHAN memanggiL kita ketika begitu indahnya mimpi yang kita arungi..
Tak jarang puLa kita berterima kasih, Karena TUHAN memanggiL kita di saat yang tepat..
Mungkin kaLa itu kita sedang bermimpi dihantui sosok tak bernyawa, atau dikejar sosok yang tak berakaL..



Dalam Shubuh yang Damai..
Suara TUHAN menggeLegar..
Mengalunkan nada bioLa yang tersimpan daLam rangkaian kata..
Memetikkan Setiap Nada daLam aLunan makna..
Naik - Turun, tapi semuanya tersusun Rapi daLam sebuah arti..

Hanya Di Shubuh yang Damai..
Suara Ayam bersahut - sahutan..
Awan Masih menghitam..
Para pengeLana maLam kembaLi ke sarang..
Udara menusuk Ruang Kosong daLam Tubuh, Dingin, dan Masih suci..

Post a Comment

0 Comments